MAKALAH
PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGI
Diajukan
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata
Kuliah Manajemen Perpustakaan
Dosen
Pengampu : Bp. Haryanto
Disusun
Oleh :
1.
Zedda
Hammi (1102410002)
2.
Baskoro (1102410003)
3.
Rita Kurniawati (1102410004)
KURIKULUM DAN TEKNOLOGI
PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2012
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Perpustakaan
merupakan salah satu pusat sumber belajar. Pada setiap jenjang dan jenis
pendidikan pada umumnya memiliki perpustakaan. Pada zaman dahulu, perpustakaan
merupakan jantung dari suatu lembaga pendidikan. Dimana pendidik dan peserta
didik dapat menggali pengetahuan dan wawasan secara mendalam di perpustakaan.
Tanpa adanya perpustakaan, maka pendidikan tidak dapat berjalan sebagaimana
mestinya.
Seiring
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perpustakaan kini bukan lagi
menjadi satu-satunya pusat sumber belajar. Akan tetapi, perpustakaan merupakan
salah satu pusat sumber belajar. Hal ini terjadi karena sumber belajar dapat
dicari melalui berbagai sumber, seperti media cetak, media massa, internet, dan
sebagainya.
Pada
dasarnya, perpustakaan didirikan untuk menunjang proses pembelajaran di suatu
satuan pendidikan tertentu. Pada perpustakaan tingkat SD, SMP, SMA, SMK, maupun
Perguruan Tinggi memiliki peran tersendiri yang disesuaikan dengan jenjang
pendidikan, visi, misi, dan peran serta dari perpustakaan tersebut. Oleh karena itu, pada setiap perguruan tinggi
pun juga memiliki visi, misi, tujuan, dan peran serta tersendiri.
B.
Rumusan
Masalah
Dari
latar belakang tersebut di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah, yaitu
sebagai berikut:
1. Apa
definisi dari Perpustakaan Perguruan Tinggi?
2. Bagaimana
tujuan dari Perpustakaan Perguruan Tinggi?
3. Bagaimana
tugas dari Perpustakaan Perguruan Tinggi?
4. Apakah
fungsi dari Perpustakaan Perguruan Tinggi?
5. Apa
saja yang termasuk dalam unsur-unsur dari Perpustakaan Perguruan Tinggi?
C.
Tujuan
Dengan
disusunnya makalah ini, diharapkan dapat memberikan manfaat baik bagi penulis
maupun pembaca. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan
dan pengetahuan mahasiswa maupun mahasiswi mengenai beberapa hal yang terkait
dengan Perpustakaan Perguruan Tinggi yang dimulai dari tujuan, tugas, fungsi, serta
unsur-unsur dalam penyelenggaraan Perpustakaan Perguruan Tinggi.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
PERPUSTAKAAN DIGITAL
Makalah,
disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Manajemen Perpustakaan
Dosen Pengampu : Drs.
Haryanto
Oleh
Bayu Efka
Leigraha Noor 1102410017
Jaisar Isnan 1102410018
Resmitha Nindya
Viantari 1102410019
Aji Purnomo 1102410020
Abdul Hamid 1102410023
Nur Aeni 1102410024
KURIKULUM DAN
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NEGERI SEMARANG
2012
1.
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Digital Library bisa dilihat dari berbagai
disiplin ilmu (multi dimensi) secara komprehensif menuju pada a knowledge
society. Knowledge society adalah salah satu pondasi dasar bagi
perkembangan suatu bangsa dan negara, dimana digital library adalah salah satu
instrumen untuk pertukaran pengetahuan atau informasi di suatu negara dan bangsa,
antar negara/bangsa. Knowledge Society sangat berbeda dengan masyarakat industri
(knowledge economy) yang bertujuan merubah masyarakat dari pemenuhan kebutuhan
dasar “ the basic need of all round development to empowerment”.
Knowledge Society ada dua
komponen driven by societal transformation and wealth generation seperti
: pendidikan, kesehatan, pertanian dan pemerintahan akan melahirkan generasi
dengan produktivitas tinggi. Knowledge Management adalah suatu proses
yang secara sistematis dari finding, selecting, organizing, distilling, and
presenting informasi, untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman secara
komprehensif pada area yang spesifik. Specific Knowledge Management aktivitas
terdiri dari bagaimana mengorganisasikan acquiring, storing, utilizing
knowledge for problem solving, dynamic learning, strategic planning and
decision making.
Knowledge Creation ada dua
yaitu : explicit dan tacit knowledge, explicit knowledge seperti:
buku, proseding, makalah/artikel, presentasi, notulen, catatan harian,dsb, sedangkan
tacit knowledge terdapat di masing-masing orang, sehingga perlu suatu cara
yang secara sistematis diamati, ditangkap atau mengamati/menangkap data/informasi
dari setiap individu dalam suatu organisasi yang ada untuk memecahkan masalah
yang dihadapi oleh suatu organisasi, sehingga perlu suatu mekanisme yang
sistematis untuk menangkap pengetahuan individu/perorangan, sedangkan Digital
Library sebagai komponen penting untuk menangkap explicit knowledge. Sehingga
perlu diperkuat Knowledge Management Grid dan the Central Digital Library
Data Center yang dilengkapi dengan the Comprehensive Virtual Digital Library
dan Knowledge Management System ke dalam suatu organisasi yang terhubung
dengan Internet.
1.2 Rumusan
Masalah
Dari
latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah adalah bagaimana
definisi, peran, sejarah, dan perkembangan perpustakaan digital.
1.3 Tujuan
Pembaca
diharapkan mengetahui definisi, peran, sejarah, dan perkembangan perpustakaan
digital.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Ditjen Mandikdasmen
Pembinaan kurikulum menjadi faktor penting yang dapat mempengaruhi proses pendidikan di suatu negara. Sebagaimana kita ketahui bahwa pembinaan kurikulum merupakan upaya atau usaha yang perlu dilakukan agar kurikulum dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pembinaan kurikulum dilakukan dari tingkat pusat ke tingkat Dinas Provinsi, dilanjutkan ke tingkat Dinas Kabupaten, berlanjut ke Dinas Kota, dan berakhir di tingkat sekolah-sekolah. Adapun salah satu organisasi yang ikut serta dalam pembinaan kurikulum yaitu Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Mandikdasmen). Dalam menjalankan tugasnya, Ditjen Mandikdasmen memiliki visi dan misi, yaitu sebagai berikut:
1. Visi Ditjen Mandikdasmen
Visi Ditjen Mandikdasmen dirumuskan, yaitu sebagai berikut:
“Mewujudkan pendidikan bermutu untuk kehidupan yang cerdas atas dasar kepribadian dan akhlak mulia bagi seluruh anak bangsa”.
2. Misi Ditjen Mandikdasmen
Misi Ditjen Mandikdasmen adalah:
a. meningkatkan akses masyarakat untuk pendidikan dasar dan menengah yang bermutu;
b. membantu/membimbing satuan pendidikan di jenjang pendidikan dasar dan menengah untuk memberikan pelayanan pendidikan bermutu;
c. menjalin kerjasama yang efektif dan produktif dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam pengembangan dan pembinaan pendidikan dasar dan menengah yang bermutu;
d. membantu pemerintah daerah menyediakan sarana dan prasarana belajar pendidikan bermutu;
e. melakukan inovasi dalam mengembangkan sistem penyelenggaraan pendidikan bermutu dan akuntabel;
f. merintis pengembangan lingkungan sekolah sebagai pusat pengembangan budaya (a centre for cultural development);
g. mengembangkan sistem pelayanan khusus untuk peserta didik yang berada dalam konteks sosial, ekonomi, dan kondisi geografis khusus.
Pembinaan kurikulum menjadi faktor penting yang dapat mempengaruhi proses pendidikan di suatu negara. Sebagaimana kita ketahui bahwa pembinaan kurikulum merupakan upaya atau usaha yang perlu dilakukan agar kurikulum dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pembinaan kurikulum dilakukan dari tingkat pusat ke tingkat Dinas Provinsi, dilanjutkan ke tingkat Dinas Kabupaten, berlanjut ke Dinas Kota, dan berakhir di tingkat sekolah-sekolah. Adapun salah satu organisasi yang ikut serta dalam pembinaan kurikulum yaitu Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Mandikdasmen). Dalam menjalankan tugasnya, Ditjen Mandikdasmen memiliki visi dan misi, yaitu sebagai berikut:
1. Visi Ditjen Mandikdasmen
Visi Ditjen Mandikdasmen dirumuskan, yaitu sebagai berikut:
“Mewujudkan pendidikan bermutu untuk kehidupan yang cerdas atas dasar kepribadian dan akhlak mulia bagi seluruh anak bangsa”.
2. Misi Ditjen Mandikdasmen
Misi Ditjen Mandikdasmen adalah:
a. meningkatkan akses masyarakat untuk pendidikan dasar dan menengah yang bermutu;
b. membantu/membimbing satuan pendidikan di jenjang pendidikan dasar dan menengah untuk memberikan pelayanan pendidikan bermutu;
c. menjalin kerjasama yang efektif dan produktif dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam pengembangan dan pembinaan pendidikan dasar dan menengah yang bermutu;
d. membantu pemerintah daerah menyediakan sarana dan prasarana belajar pendidikan bermutu;
e. melakukan inovasi dalam mengembangkan sistem penyelenggaraan pendidikan bermutu dan akuntabel;
f. merintis pengembangan lingkungan sekolah sebagai pusat pengembangan budaya (a centre for cultural development);
g. mengembangkan sistem pelayanan khusus untuk peserta didik yang berada dalam konteks sosial, ekonomi, dan kondisi geografis khusus.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Langganan:
Postingan (Atom)