PERBANDINGAN DEFINISI TEKNOLOGI PENDIDIKAN PARADIGMA TAHUN 1977 DENGAN 1994 SECARA TEORI DAN PRAKTIK TERMASUK DOMAIN - DOMAINNYA

PERBANDINGAN DEFINISI TEKNOLOGI PENDIDIKAN  
PARADIGMA TAHUN 1977 DENGAN 1994  SECARA TEORI DAN PRAKTIK TERMASUK DOMAIN - DOMAINNYA
















                                                                                                                                        
                                                                    PAPER

                  DOSEN:
Prof. Dr. Haryono, M.Psi
Drs. Kustiono M.Pd

                  Disusun Oleh:
Rita Kurniawati        (1102410004)
Bayu Efka L.N          (1102410017)
Sugiyo                         (1102410068)


KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2010

BAB I
PENDAHULUAN

 
a.       Peluang Profesi Kerja bila kita cermati kelima domain TP Paradigma 1994 beserta sub-sub domainnya adalah:
1.      Perancang proses dan sumber belajar ; dimana lingkup pekerjaannya meliputi perancangan sistem pembelajaran, desain pesan, strategi pembelajaran dan karakteristik pebelajar;
2.      Pengembang proses dan sumber belajar; dimana lingkup pekerjaannya meliputi pengembangan teknologi cetak, teknologi audiovisual, teknologi berbantuan komputer dan teknologi terpadu lainnya.
3.      Pemanfaat/pengguna proses dan sumber belajar; dimana lingkup pekerjaannya meliputi pemnafaatan media pembelajaran, difusi inovasi pendidikan, implementasi dan institusionalisasi model inovasi pendidikan, serta penerapan kebijakan dan regulasi pendidikan.
4.      Pengelola proses dan sumber belajar; dengan lingkup pekerjaan meliputi pengelolaan proyek, pengelolaan aneka sumber belajar, pengelolaan sistem penyampaian, dan pengelolaan sistem informasi pendidikan.
5.      Evaluator/peneliti proses dan sumber belajar; dengan lingkup pekerjaan meliputi melakukan analisis masalah, pengukuran acuan patokan, evaluasi formatif, evaluasi sumatif dan penelitian kawasan pendidikan lanilla. 


b.      Impelemtasi peluang profesi kerjanya di Indonesia bisa sebagai dosen semua Perguruan Tinggi Pendidikan di Indonesia (semisal Unnes, UNY, UNJ, dll), Sekretariat Jendral Direktorat Pendidikan Tinggi, Pustekkom Depdiknas, dll. Namun sebagian besar akan ditempatkan di Bidang Pendidikan dan Pelatihan (diklat).

Tantangan yang berarti di lapangan bila kita cermati kelima domain TP Paradigma 1994 beserta sub-sub domainnya adalah Sistem Kurikulum. Di samping itu, mutu Pengajar / Guru, Standarisasi Sarana Prasarana, Tuntutan Akreditasi, serta Kesejahteraan Profesi merupakan tantangan yang harus diatasi.



BAB II

PEMBAHASAN



1.         Sistemisasi Konsep
                                                                                                                                             Perubahan dari AV communications ke teknologi pendidikan yang berlangsung pada tahun 1972 melahirkan definisi teknologi pendidikan versi 1972 yang mengarah pada suatu bidang kajian dalam pendidikan. Konsep yang terkandung dalam memaknai teknologi pendidikan ini terus dikritisi para ahli pendidikan dan dihasilkan pemahaman bahwa teknologi pendidikan itu merupakan suatu proses bukan hanya untuk bidang kajian saja, bahkan termasuk teori dan profesi teknologi pendidikan. Secara konsep perkembangan kajian ini melahirkan definisi versi 1977 yang didukung oleh tiga konsep utama yaitu: learning resources, managemen, dan pengembangan.

        Association of Educational and Communication Technology (AECT) pada tahun 1977 menerbitkan buku The Definition of Educational Technology yang mengungkapkan : 1) hasil analisis yang sistematis dan menyeluruh tentang ide dan konsep bidang teknologi pendidikan; dan 2) keterkaitan antara ide dan konsep yang satu dan lainnya. Buku tersebut mengungkapkan sejarah dari bidang kajian, alasan perumusan definisi, kerangka teoritis yang melandasi definisi, diskusi mengenai aplikasi praktis, kode etik profesi organisasi, dan glossary peristilahan yang memiliki keterkaitan dengan definisi. Termasuk bahasan yang menjawab kontroversi antara istilah educational technology dan instructional technology, yang menunjukkan bahwa instructional technology sebagai bagian "subset" dari educational technology yang merupakan realitas pengajaran dalam pendidikan.

        Kontribusi terhadap perumusan kembali definisi teknologi pendidikan versi 1972 menjadi versi 1977 sejalan dengan perubahan klasifikasi learning resources, yang pada awalnya hanya meliputi empat kategori yaitu: bahan, peralatan, orang, dan lingkungan, menjadi enam (6) kategori atau kelompok, yaitu: pesan, orang, bahan, peralatan, teknik, dan lingkungan.


        Terdapat tiga alasan dari konsep yang terkandung dalam learning resources versi 1977, yaitu:
1)            keluasan sumber belajar;
2)             media; dan
3)            pengadaan sumber melalui rancangan dan pemanfaatan.

2.         Penyempurnaan Konsep

        Pengakuan bahwa teknologi pembelajaran menjadi bagian dari teknologi pendidikan sebagaimana diungkapkan dalam definisi 1977 menjadi kajian yang serius di lingkungan ahli-ahli pendidikan, sehingga melahirkan dua kelompok yang memiliki argumentasi masing-masing. Kelompok yang menggunakan istilah teknologi pembelajaran mendasarkan atas dua alasan, yaitu: pertama, kata pembelajaran lebih sesuai dengan fungsi teknologi; kedua, kata pendidikan lebih sesuai untuk hal-hal yang berhubungan dengan sekolah atau lingkungan pendidikan. Kelompok ini beranggapan bahwa kata pendidikan digunakan untuk setting sekolah, sedangkan pembelajaran memiliki cakupan yang luas, termasuk situasi pelatihan. Para ahli yang lebih setuju dengan istilah teknologi pendidikan tetap bersikukuh bahwa kata pembelajaran (instruction) diakui sebagai bagian dari pendidikan, sehingga sebaiknya digunakan peristilahan yang lebih luas (AECT, 1977).

Komponen teori dan praktek menunjukkan bahwa teknologi pembelajaran memiliki landasan pengetahuan yang didasarkan atas hasil kajian melalui riset dan pengalaman. Teori ditunjukkan oleh adanya konsep, konstruk, prinsip, dan proposisi yang memberi sumbangan terhadap keluasan pengetahuan. Sedangkan praktek merupakan penerapan pengetahuan tersebut dalam setting pembelajaran tertentu, terutama dalam memecahkan masalah belajar. Dalam pembelajaran kita memahami bahwa teori-teori yang digunakan pada hakekatnya menurunkan dari teori-teori yang dikembangkan oleh ilmu murni, seperti psikologi yang diturunkan ke dalam teori belajar, adanya komunikasi pembelajaran, dan pengelolaan pembelajaran serta ilmu-ilmu lainnya. Sedangkan dalam praktek pembelajaran ditunjukkan oleh penurunan konsep-konsep pengetahuan sesuai dengan kondisi serta karakteristiknya, sebagai contoh kondisi dan karakteristik peserta didik, bahan belajar, sarana dan fasilitas.

BAB III
POKOK PERMASALAHAN

A.    Pertanyaan
1.      Deskripsikan perbedaan secara teori dan praktik termasuk domain-domain antara TP paradigma 1977 dengan IT 1994?

B.     Jawaban serta penjelasannya
1.      Perbandingan antara Paradigma Teknologi Pendidikan tahun 1977 dan tahun 1994
a.       Paradigma TP tahun 1977 :

1)         Definisi Teknologi Pendidikan :
Teknologi Pendidikan adalah proses kompleks yang terintegrasi meliputi orang, prosedur, gagasan, sarana, dan organisasi untuk menganalisis masalah dan merancang, melaksanakan, menilai, dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar pada manusia (AECT, 1977 : 1)

Lingkup kegiatan :
Bidang kawasan Paradigma teknologi pendidikan 1994 lebih luas atau makro cakupannya dibandingkan paradigma teknilogi pendidikan 1977.
Definisi 1977 memberikan penekanan pada peran para praktisi, sedangkan definisi 1994 berkembang dari suatu gerakan menjadi suatu bidang dan profesi sehingga menekankan sebagai suatu bidang studi dan praktek.

Lima kawasan dasar teknologi pendidikan memiliki lingkup dan ciri-ciri tersendiri untuk berkembang menjadi studi tersendiri, namun memberikan sumbangan teoritik yang besar dalam teori dan praktei pembelajaran. Kawasan desain lebih banyak memberikan sumbangan dalam teori, kawasan pengembangan lebih besar sumbangan pada praktek. Kawasan pengelolaan memberikan sumbangan terutama praktek.sedangkan kawasan seperti pemanfaatan, baik secara teori maupun praktek masih sangat kurang. Demikian pula kawasan penilaian masih tergantung pada fungsi penelitian.

2)   Kawasan / domain TP tahun 1977 :

Fungsi
pengelolaan
pembelajaran

Fungsi
pengembangan
pembelajaran

Komponen
sistem
pembelajaran

Pengelolaan
organisasi
Pengelolaan
personil

Riset
Desain
Produksi
Evaluasi
Dukungan
perbekalan
Pemanfaatan
untuk deseminasi

Pesan
Orang
Bahan
Peralatan
Teknik
Latar


b.      Paradigma TP tahun 1994:

1). Definisi Teknologi Pendidikan adalah teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, serta evaluasi proses dan sumber untuk belajar

Domain / kawasan TP tahun 1994 :

Pengembangan
Teknologi cetak
Teknologi
audiovisual
Tek. berbasis
computer
Tek.terpadu

Desain
Desain sistem
pembelajaran
Desain pesan
Strategi
pembelajaran
Karakteristik
pebelajar
Penilaian
Analisis masalah
Pengukuran acuan
patokan
Evaluasi formatif
Evaluasi sumatif

Pemanfaatan
Pemanfaatan
media
Difusi inovasi
Implementasi &
institutionalisasi
Kebijakan &
regulasi
Pengelolaan
Manaj.proyek
Manaj.sumber
Manaj.sistem
penyampaian
Manaj.informasi

Teori

Praktik


Lingkup kegiatan :
Visi, misi, dan tujuan paradigma teknologi pendidikan tahun
1977 dan 1994

C.    Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa perbedaan mencolok kedua paradigma TP tahun 1977 dengan 1994 adalah:
a.       Perubahan istilah teknologi pendidikan menjadi teknologi pembelajaran;
b.      Penekanan orientasi pada defenisi tahun 1977 pada praktik, sedangkan orientasi pada definisi tahun 1994 meliputi dua bidang yaitu teori dan praktik.
c.       Pada definisi tahun 1977 kawasan kerja bidang teknologi pembelajaran meliputi menganalisis, merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola. Sedangkan dalam defenisi tahun 1994 meliputi lima kawasan antara lain perancangan, pengembangan, penggunaan, pengelolaan, dan pengevaluasian.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 komentar:

Poskan Komentar

Sharing Education